跳至正文

Likuiditas Solana Turun ke Level Pasar Bearish, Kerugian Melebihi Keuntungan

Likuiditas Solana Turun ke Level Pasar Bearish, Kerugian Melebihi Keuntungan

Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa Rasio Realized Profit/Loss (RPL) Solana telah memasuki zona pengambilan kerugian. Kondisi ini mengindikasikan penurunan likuiditas yang signifikan di jaringan Solana (SOL), mencerminkan sentimen investor yang semakin pesimistis.

SOL +0.77%

Penurunan Likuiditas Solana: Tanda-Tanda Pasar Bearish

Menurut analisis dari Glassnode, tingkat likuiditas Solana kini telah menyusut hingga mencapai level yang biasanya hanya terlihat selama periode pasar bearish. Ini bukan sekadar fluktuasi harga—melainkan perubahan struktural dalam perilaku pemegang SOL.

Apa Itu Rasio Realized Profit/Loss?

Rasio Realized Profit/Loss (RPL) adalah metrik on-chain yang mengukur apakah transaksi yang terjadi di jaringan lebih banyak merealisasikan keuntungan atau kerugian. Metrik ini dihitung berdasarkan nilai USD saat aset tersebut pertama kali diperoleh versus saat dijual.

  • Jika RPL > 1: Mayoritas transaksi menghasilkan keuntungan.
  • Jika RPL < 1: Investor lebih banyak menjual dalam kondisi rugi (capitulation).

Saat ini, RPL Solana berada di bawah 1—menandakan bahwa volume transaksi yang merealisasikan kerugian lebih besar daripada yang menghasilkan profit.

Dampak Rally Harga September terhadap Likuiditas

Ironisnya, penurunan likuiditas ini terjadi setelah Solana mengalami rally harga yang cukup kuat pada bulan September, mencapai puncak di sekitar $144. Namun, lonjakan harga tersebut justru memicu aksi ambil untung dan penjualan panik ketika tren berbalik.

Solana Price Chart

Grafik harga di atas menunjukkan volatilitas tajam pasca-rally, dengan harga kini berkonsolidasi di kisaran $138. Penurunan ini disertai dengan peningkatan volume penjualan dari dompet lama (long-term holders), yang biasanya merupakan sinyal awal dari tekanan jual berkepanjangan.

Perbandingan dengan Pasar Bearish 2022

Pola saat ini sangat mirip dengan kondisi yang terjadi selama pasar bearish 2022:

  • Likuiditas rendah bertahan selama berbulan-bulan.
  • Investor ritel mulai keluar dari posisi mereka.
  • Aktivitas jaringan turun meskipun biaya transaksi tetap rendah.

“Ketika RPL turun di bawah 1 dalam waktu lama, itu sering kali menandai akhir dari fase distribusi dan awal dari akumulasi diam-diam oleh pemain institusional,” ungkap analis dari Glassnode.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa artinya likuiditas rendah bagi harga SOL?

Likuiditas rendah membuat harga SOL lebih rentan terhadap volatilitas ekstrem—baik naik maupun turun—karena sedikit saja volume perdagangan bisa menggerakkan harga secara signifikan.

Apakah ini waktu yang tepat untuk membeli SOL?

Tidak ada jawaban pasti, tetapi historis menunjukkan bahwa periode likuiditas rendah sering kali mendahului akumulasi besar-besaran sebelum bull run berikutnya. Namun, risiko jangka pendek tetap tinggi.

Bagaimana cara melacak Rasio Realized Profit/Loss Solana?

Metrik ini tersedia di platform analitik on-chain seperti Glassnode, CryptoQuant, dan Token Terminal. Pengguna bisa memantau perubahannya secara real-time untuk mengukur sentimen pasar.

Mengapa investor menjual dalam kondisi rugi?

Penjualan dalam kerugian (capitulation) biasanya terjadi karena tekanan psikologis, margin call, atau kebutuhan likuiditas mendesak—bukan karena analisis fundamental.

Apakah Solana masih aktif meski likuiditas turun?

Ya. Aktivitas jaringan Solana—seperti jumlah transaksi harian dan penggunaan DeFi—masih relatif tinggi dibanding aset lain, menunjukkan bahwa utilitas jaringan tetap kuat meski sentimen pasar melemah.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注