Ethereum Harus Dinilai Seperti Amazon di Masa Awal, Kata Haseeb Qureshi dari Dragonfly
Managing Partner Dragonfly Capital, Haseeb Qureshi, baru-baru ini menyampaikan argumen kontroversial namun menarik tentang cara menilai Ethereum (ETH). Menurutnya, aset kripto terbesar kedua di dunia ini seharusnya tidak dinilai seperti saham perusahaan mapan yang menghasilkan dividen, melainkan seperti Amazon pada masa awal pertumbuhannya—sebuah infrastruktur digital bernilai tinggi yang sedang dalam fase ekspansi eksponensial.
ETH-0.86%
Mengapa Metrik Tradisional Tidak Cocok untuk Ethereum?
Qureshi menekankan bahwa pendekatan penilaian berbasis rasio harga terhadap penjualan (price-to-sales atau P/S)—yang umum digunakan untuk saham perusahaan—tidak relevan untuk jaringan blockchain seperti Ethereum. Alasannya sederhana: Ethereum bukan perusahaan, dan pendapatannya berasal dari biaya transaksi yang dibayarkan pengguna, bukan dari penjualan produk atau layanan komersial.
Biaya Jaringan = Laba Bersih
Dalam pandangan Qureshi, biaya yang dikumpulkan oleh Ethereum melalui mekanisme burn (seperti EIP-1559) dan distribusi ke validator sebenarnya lebih mirip dengan laba bersih daripada pendapatan operasional. Ini karena:
- Tidak ada biaya operasional besar seperti gaji karyawan atau sewa kantor.
- Sebagian besar biaya langsung “dihancurkan” (dibakar), mengurangi pasokan ETH secara deflasi.
- Sisa biaya didistribusikan ke validator sebagai imbalan keamanan jaringan—mirip dengan pembayaran dividen, tetapi bersifat protokol-level.
“Ethereum bukan toko online. Ini adalah infrastruktur publik yang menghasilkan nilai ekonomi melalui utilitas jaringan—dan biaya yang dihasilkan adalah bentuk laba ekonomi murni,” jelas Qureshi.
Perbandingan Historis dengan Amazon
Qureshi menarik analogi kuat antara Ethereum hari ini dan Amazon pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Saat itu, Amazon sengaja menunda profitabilitas demi pertumbuhan pasar, namun investor tetap memberinya valuasi tinggi karena potensi skalanya.
Mengapa Amazon Bisa Jadi Cerminan Ethereum?
Berikut kesamaan kunci yang dikemukakan Qureshi:
- Keduanya membangun infrastruktur dasar: Amazon untuk e-commerce, Ethereum untuk keuangan terdesentralisasi dan aplikasi web3.
- Keduanya mengalami pertumbuhan eksponensial dalam penggunaan meski belum “menguntungkan” menurut standar akuntansi tradisional.
- Pasar modal memberi Amazon kelipatan P/E sangat tinggi selama bertahun-tahun—dan hal serupa bisa berlaku untuk Ethereum jika dilihat melalui lensa yang benar.
Dengan model “biaya = laba”, rasio P/S dan P/E Ethereum sebenarnya konvergen. Artinya, jika kita memperlakukan total biaya jaringan sebagai laba bersih, maka valuasi Ethereum bisa dibandingkan langsung dengan rasio P/E historis Amazon.

Fase Pertumbuhan vs. Fase Kematangan
Qureshi menegaskan bahwa Ethereum masih berada dalam fase pertumbuhan awal, bukan fase kematangan seperti saham blue-chip yang membayar dividen stabil. Ia menolak anggapan bahwa volatilitas harga ETH mencerminkan kelemahan fundamental.
Menurutnya, fluktuasi pasar belakangan ini tidak mengubah realitas teknis Ethereum: adopsi DeFi, NFT, dan lapisan-2 terus meningkat, biaya jaringan tetap signifikan, dan upgrade protokol (seperti Dencun) semakin meningkatkan skalabilitas.
Pada saat laporan ini ditulis, harga ETH berada di kisaran $3.325—angka yang, menurut Qureshi, masih jauh di bawah potensi valuasi jangka panjang jika dianalogikan dengan lintasan pertumbuhan Amazon.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya menilai Ethereum seperti Amazon vs. seperti saham biasa?
Menilai Ethereum seperti Amazon berarti fokus pada pertumbuhan infrastruktur, adopsi pengguna, dan potensi skala jangka panjang—bukan pada laba jangka pendek. Sebaliknya, pendekatan saham tradisional menekankan arus kas stabil dan dividen, yang tidak relevan untuk protokol terdesentralisasi.
Apakah biaya jaringan Ethereum benar-benar setara dengan laba bersih?
Dalam kerangka analisis Qureshi, ya—karena tidak ada struktur biaya operasional seperti perusahaan konvensional. Namun, ini adalah perspektif teoretis; regulator dan akuntan mungkin tidak mengakui hal ini secara formal.
Berapa rasio P/E historis Amazon yang digunakan sebagai pembanding?
Amazon sempat memiliki rasio P/E di atas 100x selama periode 1998–2005, bahkan ketika laba negatif. Qureshi menggunakan rentang kelipatan tinggi tersebut sebagai acuan untuk valuasi Ethereum dalam skenario pertumbuhan agresif.
Apa risiko utama dari analogi ini?
Risikonya termasuk regulasi yang membatasi Ethereum, munculnya pesaing teknologi superior, atau kegagalan dalam adopsi massal. Analogi Amazon hanya valid jika Ethereum terus menjadi infrastruktur dominan di ekosistem web3.
Bagaimana cara investor menghitung “P/E Ethereum” sendiri?
Hitung total biaya jaringan tahunan (misalnya dari data Token Terminal atau Ultrasound.money), perlakukan sebagai “laba bersih”, lalu bagi kapitalisasi pasar ETH dengan angka tersebut. Hasilnya adalah rasio P/E alternatif untuk perbandingan valuasi.