Harga Bitcoin di Level $90 Ribu: Konsolidasi Pasca-Puncak dan Dampak Kebijakan The Fed
Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran $90.060, jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat menyentuh $124.000–$126.000 pada Oktober lalu. Penurunan sekitar sepertiga dari puncak tersebut mencerminkan volatilitas tinggi yang masih menjadi ciri khas aset kripto utama ini.

Dinamika Pasar Bitcoin: Antara Konsolidasi dan Tekanan Jual
Pakar kripto pseudonim plur daddy mengusulkan bahwa pasar Bitcoin mungkin sedang memasuki fase konsolidasi berkepanjangan—bukan bull market maupun bear market klasik. Ia menarik analogi dengan emas, yang mengalami periode sideways selama hampir empat tahun (April 2020–Maret 2024) sebelum melanjutkan tren naiknya.
Faktor yang Memicu Tekanan Jual
- Zona resistensi psikologis: Penjual aktif muncul setiap kali harga mendekati $120.000.
- Likuiditas pasar: Perubahan likuiditas global memengaruhi kemampuan investor institusional untuk mempertahankan posisi besar.
- Risiko makroekonomi: Ketidakpastian geopolitik dan inflasi global turut mendorong profit-taking.
Meski demikian, plur daddy meyakini bahwa level terendah mungkin sudah terbentuk. Namun, ia memperingatkan agar tidak terlalu optimistis terhadap perubahan rezim pasar secara signifikan dalam waktu dekat.
Kebijakan The Fed dan Implikasinya bagi Bitcoin
Dalam pertemuan FOMC terbaru, Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sehingga kisaran target suku dana federal menjadi 3,50%–3,75%. Selain itu, The Fed juga mengumumkan pembelian bulanan senilai $40 miliar dalam bentuk Treasury berjangka pendek, mulai 12 Desember.
“Langkah ini bukan QE penuh, tapi lebih mirip ‘QE-lite’—cukup untuk mendukung aset berisiko seperti Bitcoin tanpa memicu inflasi berlebihan.” — Analis pasar keuangan
Apakah Ini Quantitative Easing Baru?
Perdebatan muncul di kalangan ekonom dan analis pasar. Sebagian menyebut langkah The Fed sebagai bentuk pencetakan uang terselubung, sementara yang lain menilainya sebagai penyesuaian teknis untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
| Perspektif | Implikasi bagi Bitcoin |
|---|---|
| QE-lite | Dukungan likuiditas → dorongan moderat untuk aset risiko |
| Penyesuaian teknis | Dampak terbatas; Bitcoin tetap bergantung pada sentimen internal pasar |
Dalam konteks ini, Bitcoin tampaknya akan terus bergerak dalam rentang harga yang relatif stabil—mencerminkan dua kekuatan sekaligus: narasi debasement trade (perlindungan nilai terhadap pelemahan mata uang fiat) dan koreksi alami pasca-ledakan harga sebelumnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa arti “konsolidasi berkepanjangan” dalam konteks Bitcoin?
Ini merujuk pada periode di mana harga bergerak sideways dalam rentang tertentu, tanpa tren naik atau turun yang jelas, sering kali sebagai fase akumulasi sebelum pergerakan besar berikutnya.
Mengapa harga Bitcoin turun drastis dari $126.000 ke $90.000?
Penurunan ini dipicu oleh profit-taking massal, tekanan likuiditas, dan kekhawatiran atas regulasi serta siklus suku bunga global—bukan tanda keruntuhan fundamental.
Apakah pemotongan suku bunga The Fed selalu menguntungkan Bitcoin?
Tidak selalu. Meski suku bunga rendah cenderung mendorong investasi ke aset berisiko, dampaknya tergantung pada konteks makroekonomi keseluruhan dan persepsi pasar terhadap inflasi.
Apa itu “reserve management purchases” yang diumumkan The Fed?
Ini adalah pembelian Treasury jangka pendek untuk menjaga cadangan perbankan tetap stabil, bukan program stimulus moneter skala besar seperti QE tradisional.
Berapa lama fase konsolidasi Bitcoin bisa berlangsung?
Berdasarkan pola historis (misalnya 2018–2020), konsolidasi bisa berlangsung 6–18 bulan. Namun, durasi sangat tergantung pada adopsi institusional, regulasi, dan kondisi likuiditas global.