Bank-Bank Top AS Beralih ke Layanan Kredit Berbasis Bitcoin, Laporan Saylor Menjadi Sorotan
Michael Saylor, Executive Chairman Strategy, mengungkapkan dalam acara Binance Blockchain Week bahwa skeptisisme kalangan bank besar terhadap aset kripto—khususnya Bitcoin—menyusut jauh lebih cepat dari perkiraan awal. Awalnya, ia memperkirakan butuh 4 hingga 8 tahun bagi lembaga keuangan tradisional untuk menerima Bitcoin secara signifikan. Namun, pergeseran ini kini terjadi dalam tempo yang jauh lebih singkat.
BTC-2.1%
XRP-1.5%
Perubahan Sikap Institusi Keuangan Terhadap Aset Kripto
Dalam 12 bulan terakhir, sejumlah raksasa perbankan AS menunjukkan perubahan dramatis dalam pendekatan mereka terhadap kripto. Dari posisi awal yang cenderung defensif atau bahkan antagonis, kini mereka mulai membuka pintu untuk integrasi layanan berbasis aset digital.
- Citibank, JPMorgan, dan Bank of America kini menjajaki solusi custody dan pinjaman beragunan Bitcoin.
- Vanguard memungkinkan nasabahnya memperdagangkan saham ETF yang terkait dengan XRP dan Bitcoin.
- Charles Schwab berencana meluncurkan layanan penyimpanan (custody) Bitcoin dan fasilitas kredit berbasis BTC pada tahun depan.
- PNC dan Wells Fargo juga dikabarkan sedang mengembangkan produk serupa dalam skala terbatas.
Saat ini, delapan dari sepuluh bank terbesar di Amerika Serikat telah mengumumkan atau sedang menguji coba layanan kredit yang dijamin oleh kepemilikan Bitcoin. Ini menandai titik balik penting dalam adopsi institusional aset kripto.
Pengaruh Regulasi dan Iklim Politik
Lingkungan regulasi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump—meskipun kontroversial—telah menciptakan ruang gerak yang lebih luas bagi eksperimen finansial berbasis blockchain. Otoritas pengawas mulai memberikan izin terbatas untuk uji coba produk inovatif, termasuk pinjaman beragunan kripto dan reksa dana ETF digital.
“Regulator tidak lagi melihat Bitcoin sebagai ancaman, tapi sebagai aset yang bisa diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang ada—asalkan dengan pengawasan ketat,” kata analis senior dari firma riset Chainalysis.
Meski demikian, tantangan operasional tetap ada: standar pelaporan, kepatuhan terhadap AML/KYC, serta volatilitas harga masih menjadi pertimbangan utama. Namun, dorongan kompetitif antar-institusi tampaknya mempercepat proses mitigasi risiko tersebut.
Dinamika Pasar dan Proyeksi Harga Bitcoin
Pergerakan harga Bitcoin belakangan ini mencerminkan sentimen campuran. Indeks ketakutan (Fear & Greed Index) sempat menyentuh level 10—kategori “ekstrem takut”—saat harga turun ke $86.700. Namun, rebound cepat membawa harga kembali ke kisaran $92.300.

Analisis teknis menunjukkan:
- Resistance utama berada di sekitar $94.200.
- Jika terjadi breakout, target berikutnya adalah $103.000.
- Performa Bitcoin saat ini lagging dibandingkan pemulihan Nasdaq, yang bisa menjadi sinyal mixed untuk investor institusional.
Para pelaku pasar juga menantikan keputusan Federal Reserve soal suku bunga. Potensi penurunan 0,25% diprediksi akan mendorong aliran modal ke aset berisiko seperti Bitcoin—namun volatilitas tinggi kemungkinan terjadi sekitar pengumuman resmi, terutama jika panduan kebijakan moneter (forward guidance) bersifat hawkish.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa artinya “kredit berbasis Bitcoin”?
Ini adalah pinjaman tunai yang dijamin oleh nilai Bitcoin yang dimiliki nasabah. Jika nasabah gagal bayar, bank dapat menyita aset kripto tersebut sebagai jaminan.
Apakah semua bank besar AS sudah menawarkan layanan ini?
Tidak semua, tetapi delapan dari sepuluh bank teratas—termasuk JPMorgan, Citibank, dan Charles Schwab—sedang dalam tahap uji coba atau peluncuran awal layanan kredit beragunan kripto.
Bisakah saya menggunakan XRP sebagai agunan pinjaman di bank tradisional?
Saat ini, fokus utama masih pada Bitcoin karena likuiditas dan stabilitas relatifnya. XRP digunakan terutama dalam bentuk ETF oleh Vanguard, bukan sebagai agunan langsung di layanan kredit perbankan.
Bagaimana pengaruh kebijakan Trump terhadap adopsi kripto di bank?
Kebijakan era Trump cenderung mendukung inovasi finansial dan mengurangi beban regulasi, sehingga menciptakan iklim yang kondusif bagi eksperimen produk berbasis blockchain oleh institusi besar.
Apa risiko utama bagi nasabah yang mengambil pinjaman berbasis Bitcoin?
Risiko terbesar adalah volatilitas harga: jika nilai Bitcoin turun drastis, nasabah mungkin diminta menambah agunan (margin call) atau kehilangan seluruh aset jika tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran.